Tuesday, February 27, 2007

SEBAIT PUISI

JIKALAH
Jikalah aku melangkah.....
semoga itu bukan karena "ketakutan"
Jikalah aku melangkah.....
semoga itu bukan karena "keberanian"
Jikalah aku melangkah.....
semoga itu bukan karena "kesombongan"
Jikalah aku melangkah.....
semoga itu bukan karena "kerendahdirian"
Jikalah aku melangkah.....
semoga itu bukan karena "mengharapkan pandangan orang"
Jikalah aku melangkah.....
semoga itu bukan karena "rasa kasihan"
Jikalah aku melangkah...
semoga itu karena "kerinduan"
Jikalah aku melangkah...
semoga itu karena "cinta"
Jikalah aku melangkah...
semoga itu karena "hakikat"
Jikalah aku melangkah...
semoga itu karena "ALLAH" semata.
(dikutip dari puisi Seismic dg sedikit perubahan)
************************************************************************************
BIDADARIKU
Bidadariku...
Namanu tak terukir dalam catatan harinku
Asal-usulmu tak hadir dalam diskusi kehidupanku
Wajah wujudmu tak terlukis dalam sketsa mimpi-mimpiku
Indah suaramu tak terekam dalam pita batinku
Namun kau hidup mengalir dalam pori-pori cinta dan semangatku
Sebab...
Kau adalah hadiah agung dari ALLAH untukku..
Bidadariku...
Siapa aku...........?
Aku adalah lumpur hitam yang mendebu
menempel di sandal dan sepatu
hinggap diatas aspal terguyur hujan
terpelanting tercampak terbuang masuk comberan

Siapa sudi memandang atau mengulurkan tangan
tanpa uluran tangan tangan Tuhan
Aku adalah lumpur hitam yang malang.

Padamu...
kukirimkan salam terindah
Salam sejahtera para penghuni syurga
Salam yang harumnya melebihi harum bunga kesturi
Sejuknya melebihi sejuknya embun pagi
Salam hangat sehangat sinar mentari diwaktu dhuha
Salam suci sesuci telaga kautsar
yang jika direguk kan menghilangkan dahaga selama-lamanya
Salam penghormatan kasih dan cinta
yang tiada pernah pudar dan tiada berubah
dalam segala musim dan peristiwa.
(kutipan puisi Fahri "Ayat-ayat Cinta")

APART TO COMTEMPLATION

"Andaikata saya mengetahui ada satu sujud saja yang pasti telah diterima oleh Allah,maka saya berangan-angan agar mati sekarang."--- Abdullah bin 'Umar RA ---
"Meninggalkan amal karena manusia adalah Riya',sementara mengerjakan amal karena manusia adalah Syirik."--- Fudhail bin Iyadh ---
"Seandainya dunia ini bernilai sebanding dengan sebelah sayap nyamukdisisi Allah, niscaya Dia tidak akan memberi minuman kepada orang-orangkafir setegukpun."
--- HR.At Tirmidzi ---

BUTA MATA HATI
"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, Lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar,Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang didalam dada"(QS.Al-Hajj ; 46)
ANTARA MATA DAN HATI
"Hati adalah raja, dan seluruh tubuh adalah pasukannya. Jika raja baik maka baik pula pasukannya."(Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah)
TELINGA, MATA DAN HATI
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun,dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur"(QS.An-Nahl : 78)
SAKIT HATI KARENA HATI
"Hati-hatilah dengan sakit hati, Karena kalau tidak hati-hati, maka Hati bisa menyakitkan hati "(BWT SNDR)

MUHASABAH

“Wahai manusia !

Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi hidup bersuka ria.

Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi asyik mengumpulkan dan menumpuk harta.

Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak.

Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat, tapi ia menjalani hidupnya dengan bersantai-santai.

Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.
Aku heran pada intelektual, yang bodoh dalam soal moral.


Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.

Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya.

Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi segala perilakunya tapi ia berbuat durjana.

Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya, kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri, lalu diminta pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya, tapi berharap belas kasih orang lain.

Sungguh.. tiada Tuhan kecuali Aku.. dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku.
Wahai manusia !


Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya.
Setiap hari Aku datangkan rejeki kepadamu, sementara engkau tidak pernah memujiKu.
Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau lapang dada.
Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.

Wahai manusia !
Setiap hari Aku mendatangkan rejeki untukmu.

Sementara setiap malam malaikat datang kepadaKu dengan membawa catatan perbuatan jelekmu.
Engkau makan dengan lahap rejekiKu, namun engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepadaKu.
Aku kabulkan jika engkau memohon kepadaKu.
KebaikanKu tak putus-putus mengalir untukmu.
Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepadaKu tiada henti.

Akulah pelindung terbaik untukmu.
Sedangkan engkau hamba terjelek bagiKu.
Kau raup segala apa yang Kuberikan untukmu.
Kututupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.

Aku sungguh sangat malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepadaKu.

Engkau melupakan diriKu dan mengingat yang lain.

Kepada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepadaKu engkau merasa aman-aman saja.

Pada manusia engkau takut dimarahi, tetapi pada murka-Ku engkau tak peduli.”


Ikhwan fillah,
bersujudlah dan bertaubatlah kepada allah SWT serta menangislah..betapa banyak dosa yang telah kita perbuat selama ini..lihatlah betapa banyak kelalaian yang telah kita lakukan selama ini.

“Ya Allah,kami bukanlah hambaMu yang pantas memasuki surga firdausMu, tidak juga kami mampu akan siksa api nerakaMu, berilah hambaMu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami, sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun, Sang Maha Agung.

Ya Allah,dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai,anugrahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung,umur kami berkurang setiap hari sedangkan dosa-dosa kami terus bertambahadakah jalan upaya bagi kami.

Ya Allah,hambaMu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu mengakui dosa-dosanya dan memohon kepadaMu,ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan,bila Engkau Campakkan kami,kepada siapa dan kemana kami mesti berharap selain dariMu”. “Hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu”. (Imam Ali bin Abu Thalib RA)

Monday, February 26, 2007

PROFESIONALISME GURU DI ABAD 21

This 21st age is a knowledge age so it underlies all aspects of living. In this age, education demands a modern and professional educational management with educational characteristics. Education decrease is not the resultant of less professional teacher and lacking of learning activity. Professionalism is more than a knowledge of technology and management but it is a attitude, professionalism development need a technician not only in term of high skill but also appropriate behavior. Basiclly, a professional teacher is depended upon his or her attitude and maturity comprising of willingness and ability both phisically and intellectually. Profesionalism are the responbility of LPTK as teacher agency, institutions managing teacher (Depdiknas or private foundation), PGRI and community.
Trilling dan Hood (1999) mengemukakan bahwa perhatian utama pendidikan di abad 21 adalah untuk mempersiapkan hidup dan kerja bagi masyarakat.Tibalah saatnya menoleh sejenak ke arah pandangan dengan sudut yang luas mengenai peran-peran utama yang akan semakin dimainkan oleh pembelajaran dan pendidikan dalam masyarakat yang berbasis pengetahuan.
Surya (1998) mengungkapkan bahwa pendidikan di Indonesia di abad 21 mempunyai karakteristik sebagai berikut: (1) Pendidikan nasional mempunyai tiga fungsi dasar yaitu; (a) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, (b) untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil dan ahli yang diperlukan dalam proses industrialisasi, (c) membina dan mengembangkan penguasaan berbagai cabang keahlian ilmu pengetahuan dan teknologi; (2) Sebagai negara kepulauan yang berbeda-beda suku, agama dan bahasa, pendidikan tidak hanya sebagai proses transfer pengetahuan saja, akan tetapi mempunyai fungsi pelestarian kehidupan bangsa dalam suasana persatuan dan kesatuan nasional; (3) Dengan makin meningkatnya hasil pembangunan, mobilitas penduduk akan mempengaruhi corak pendidikan nasional; (4) Perubahan karakteristik keluarga baik fungsi maupun struktur, akan banyak menuntut akan pentingnya kerja sama berbagai lingkungan pendidikan dan dalam keluarga sebagai intinya.
Pendidikan di abad pengetahuan menuntut adanya manajemen pendidikan yang modern dan profesional dengan bernuansa pendidikan. Lembaga-lembaga pendidikan diharapkan mampu mewujudkan peranannya secara efektif dengan keunggulan dalam kepemimpinan, staf, proses belajar mengajar, pengembangan staf, kurikulum, tujuan dan harapan, iklim sekolah, penilaian diri, komunikasi, dan keterlibatan orang tua/masyarakat. Tidak kalah pentingnya adalah sosok penampilan guru yang ditandai dengan keunggulan dalam nasionalisme dan jiwa juang, keimanan dan ketakwaan, penguasaan iptek, etos kerja dan disiplin, profesionalisme, kerjasama dan belajar dengan berbagai disiplin, wawasan masa depan, kepastian karir, dan kesejahteraan lahir batin. Pendidikan mempunyai peranan yang amat strategis untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki keberdayaan dan kecerdasan emosional yang tinggi dan menguasai megaskills yang mantap.
Untuk itu, lembaga penidikan dalam berbagai jenis dan jenjang memerlukan pencerahan dan pemberdayaan dalam berbagai aspeknya. Menurut Makagiansar (1996) memasuki abad 21 pendidikan akan mengalami pergeseran perubahan paradigma yang meliputi pergeseran paradigma: (1) dari belajar terminal ke belajar sepanjang hayat, (2) dari belajar berfokus penguasaan pengetahuan ke belajar holistik, (3) dari citra hubungan guru-murid yang bersifat konfrontatif ke citra hubungan kemitraan, (4) dari pengajar yang menekankan pengetahuan skolastik (akademik) ke penekanan keseimbangan fokus pendidikan nilai, (5) dari kampanye melawan buta aksara ke kampanye melawan buat teknologi, budaya, dan komputer, (6) dari penampilan guru yang terisolasi ke penampilan dalam tim kerja, (7) dari konsentrasi eksklusif pada kompetisi ke orientasi kerja sama. Dengan memperhatikan pendapat ahli tersebut nampak bahwa pendidikan dihadapkan pada tantangan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan yang bersifat kompetitif.